Penulis :
Subkhi Mashadi
Editor :
Subkhi Mashadi
Tebal Buku : 241 Halaman
Ukuran Buku : UNESCO ( 15,5cm x 23cm)
Sinopsis :
Punggung yang Patah adalah kisah tentang luka-luka yang tidak selalu tampak, tetapi mampu membuat seseorang merasa seolah-olah harus menanggung seluruh dunia di pundaknya.
Sejak kecil, ia belajar untuk bertahan—menahan beban yang bukan miliknya, memenuhi ekspektasi yang tak pernah selesai, dan menyimpan kekecewaan yang perlahan mengikis keberaniannya. Ia ingin tumbuh. Ia ingin bebas. Ia ingin menjalani hidup dengan pilihannya sendiri. Namun setiap kali mencoba melangkah, selalu ada sesuatu atau seseorang yang menariknya kembali.
Di balik tubuh yang tampak kuat, ada jiwa yang retak. Di balik diam yang panjang, ada perjuangan yang tak pernah benar-benar selesai.
Punggung yang Patah bukanlah cerita tentang seseorang yang lemah. Ini adalah perjalanan panjang untuk berdamai dengan luka, menghadapi kehilangan, menerima kenyataan bahwa tidak semua beban harus dipikul sendirian, dan menemukan keberanian untuk bangkit—meski perlahan, meski pernah patah.
Sebab terkadang, seseorang tidak membutuhkan dunia untuk menyelamatkannya. Ia hanya perlu berhenti menyalahkan dirinya sendiri karena pernah merasa lelah.
“Tidak semua orang bisa melihat seberapa berat yang kamu pikul. Tapi kamu selalu bisa memilih untuk tidak lagi memikulnya sendiri.”
Punggung yang Patah adalah kisah reflektif dan emosional tentang luka batin, beban hidup, ekspektasi, kebebasan, dan keberanian untuk kembali memilih diri sendiri.
